Peluang Usaha Cargo

PELUANG USAHA KARGO UDARA

Mencetak dollar lewat bisnis tranportasi & Kargo udara

Dalam era globalisasi saat ini, Jasa pengangkutan Udara sangat diperlukan bagi para pelaku bisnis. Kecepatan, safety dan daya Jangkau pengiriman menjadikan bisnis ini menjadi instrument terpenting dalam memenuhi permintaan akan makanan, sayuran, buah-buahan dan hasil kelautan dalam keadaan segar maupun beku, dan juga berbagai produk industri lainnya dengan kwalitas prima. Pertumbuhan Bisnis Jasa Kargo Udara sangat cepat, Saat ini ada kurang lebih 35 Maskapai penerbangan yang membuka Jalur di Indonesia. ini adalah Bisnis bermasa depan cerah.

Bagaimana Memulai Usaha ini??

Saya akan memberikan beberapa tips sederhana dan singkat, untuk anda bisa menjadi bahan pertimbang anda,

* Baca pengetahuan dasar dari Bisnis ini.
* Ikuti e learning Course atau pelatihan singkat, pada penyelenggara yang mempunyai kredibilitas misalnya , Gafeksi/Infa Course, MSA Training centre, IATA E lerning Course, Garuda avition Centre, Dll.
* Berlangganan dengan gratis, Majalah, buletin atau berita khusus Air freight secara on line di internet.
* Survey secara langsung kegiatan operasional di Cargo area.

Daftar Istilah Export dan Import;
* GAFEKSI; Gabungan Forwarder & Ekspedisi Indonesia.
* INFA; Indonesia Forwarder Association.
* F.I.A.T.A; International Federation of Freight Forwarders Association.
* P.P.J.K; Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.
* S.R.P; Surat Registrasi Pabean.
* A.W.B; Airway Bill ( Master AWB diterbitkan oleh Maskapai Pernerbangan, House AWB diterbitkan oleh Perusahaan Freight Forwarders), adalah bukti kontrak pengiriman barang dan merupakan bukti hak kepemilikan barang.
* E.D.I ; Electronic Data Interchange
* P.N.B.P ; Penerimaan Negara bukan Pajak.
* C.G Fee ; Custom Goverment Fee
* S.C.C; Security Surcharges
* F.S.C; Fuel Surcharges
* U.L.D ; Utility Unit Load Device , adalah perangkat pendukung Pesawat udara , untuk memuat barang terdiri dari Pallet dan Container terbuat dari almunium alloy.
* ExWork ; Harga Barang belum termasuk biaya pengiriman, Asuransi, Pic-up barang , handling dan Custom di pelabuhan asal barang.
* F.O.B ; Free on Board , Harga Barang sampai diatas kapal, belum/tidak termasuk biaya angkut/tambang kapal ke pelabuhan tujuan.
* C & F ; Cost and Freght adalah Harga barang sudah termasuk biaya pada pelabuhan asal/Local Charges misalnya Pic-up, Handling dan custom juga termasuk biaya angkutan sampai pelabuhan tujuan tetapi tidak/belum termasuk Premi asuransi.
* C .I. F ; Cost Insurance and Freight , adalah sama dengan C&F tetapi sudah termasuk Premi Asuransi.

Mencetak Dollar lewat Bisnis Jasa Kargo udara!!

Sekilas mengenai Jasa pelayanan, dapat dibagi dalam 6 sub bagian penting, sebagai berikut;

* Pengemasan, Packing dan Packaging.
* Antar-Jemput Barang (Pic-up), dari pabrik atau gudang ke atau dari Cargo area Airport.
* Pengurusan Dokumen-dokumen Export atau import.
* Jasa Pergudangan Sementara.
* Handling dan custom clearance di airport asal(POL), atau Airport Tujuan(POD).
* Jasa Angkutan Udara/Airfreight.

Dengan Regulasi maupun peraturan yang cukup ketat, ditetapkan pemerintah Indonesia dan Maskapai-maskapai Penerbangan maupun badan asosiasi perusahaan jasa transportasi udara untuk para pelaku usaha ini, membuat peluang Bisnis Jasa angkutan udara sangat menjanjikan prospect cerah, Bagi mereka yang mau serius dan mempunyai komitmen tinggi dalam menekuninya.

Bagaimana untuk memulai usaha?

Selain aspek legalitas perusahaan seperti; akta notaris, NPWP, SIUJT ( Dari Dep Hub), PPJK (Ditjen Bea Cukai) dan Rekening Bank atas nama perusahaan (Dollar dan Rupiah), anda juga perlu mempersiapkan (sambil berjalan) Rekomendasi dan keanggotaan dari Asosiasi Local (Gafeksi), Juga asosiasi International (IATA), hal ini sangat membantu ketika anda mulai mempersiapkan Jaringan keagenan Local maupun International. yang dikemudian hari akan menjadi mesin uang anda, Karena begitu anda mendapatkan keanggotaan sebuah Jaringan International yang bagus (Exclusive Overceas agent networking), Maka seluruh Nominasi Cargo mereka dari indonesia ke atau dari semua anggota mereka di seluruh dunia akan diberikan kepada anda!!.

Kegiatan Operasional Di Airport Cargo Area

Dengan melihat dan mengamati secara langsung kegiatan operasional di cargo area (cukup sekali atau dua kali saja), akan memberikan kita pengetahuan yang sangat berguna ketika akan meberikan presentasi kepada para calon pelanggan/cutomers, pengambilan keputusan jika terjadi masalah di lapangan dan yang terpenting anda bisa membuat anggaran/ biaya operasional untuk setiap jenis pengiriman. Secara umum pekerjaan tersebut terbagi dari beberapa tahapan;

* Input form permintaan Export/Import ke server Direktorat Bea dan Cukai, Melalui sistem Electronic Data Interchange/EDI. Anda bisa memakai Jasa warung EDI yang banyak tersebar di Cargo Area Maupun disekitar pelabuhan laut jika belum mau menginstal dan berlanganan EDI kepada provider.
* Labeling atau memberi lebel pada setiap colie/karton barang, baik yang Manual atau otomatic ( On Line) bergantung kepada Maskapai pernerbangan masing-masing. Pada lebel akan berisikan Nomor Airway Bill, Jumlah total Colie, Pelabuhan asal dan Pelabuhan tujuan dengan 3 code huruf ( three letter Code) , sebagai contoh Soekarno Hatta Cengkareng Airport (CGK), Dubai, Saudia arabia (DXB), Singapore (SIN), Riyadh (RUH) dan lain-lain.
* menimbang dan Mengukur Volume barang, ada dua hal yang perlu anda ketahui, jika barang berat akan dikenakan biaya angkutan berdasarkan Gross Weight, tetapi jika barang ringan akan dikenakan Chargeable weight/ Voleme barang dibagi 6000, untuk contoh; Panjang X Lebar X tinggi X Jumlah Collie : 6000.
* Mengisi Form Airway Bill, ada dua sisitem Manual dan Online juga bergantung kepada masing-masing maskapai penerbangan Jika manual anda akan mengisi Form AWB yang telah disediakan Maskapai penerbangan Jika Online( Neutral AWB) cukup menginput data-data barang pada sistem Jaringan maskapai penerbangan.
* Membuat surat Izin dari Dinas/Departemen terkait untuk beberapa jenis barang tertentu, Misalnya Buah, sayur atau tanaman ke Balai Karantina Tumbuhan. Ikan, ungas atau binatang lainnya ke Balai Karantina Hewan yang akan menerbitan Pythosanitary Certificate.
* Fumigasi untuk barang-barang Jenis kayu dan Rotan.
* Custom Clearance yaitu meminta persetujuan Muat (Export) atau bongkar (Import) kepada pihak Bea dan Cukai di Bandara Udara, Dengan Melengkapi dokumen Invoice ( Nilai Barang), Packing List (Data Barang), output Permintaan Export/Import barang yang telah anda Input ke Sistem EDI, AWB, Struck Pembayaran sewa Gudang dan Surat Izin lainnya misal Pythosanitari Certifcate , dan lain lain. semua dokumen harus original ( Kop surat Perusahaan dan stempel basah bukan foto copy) dan siapkan masing-masing minimum 2 (dua) set. Dokumen tersebut ada yang akan ikut terbang bersama barang untuk keperluan Custom clearance di Pelabuhan Tujuan ( Port Of Destination).
* Sangat penting untuk anda perhatikan sebelum menerima atau memberikan harga kepada Pelanggan adalah mengetahui dengan pasti barang pelanggan yang akan dikirim, termasuk General Cargo (Genco), Buah-buahan dan sayuran atau ikan segar ( Perishable cargo), Binatang Hidup ( Live animal), Barang Berbahaya ( Dangerous Cargo), atau barang Berat ( Heavy Cargo) Konfirmasikan terlebih dahulu kepada Pihak Maskapai Penerbangan dan Bea Cukai. Hal Ini sangat penting untuk kelengkapan dokumen perizinan dan persyaratan maupun kesediaan pihak Maskapai Penerbangan mengangkut barang tersebut ( Setiap Jenis Pesawat mempunyai Ukuran Pintu masuk cargo dan daya angkat aman per Centi metre persegi dan jika diperlukan mereka akan mempersiapkan alat bantu untuk memperluas titik berat barang/Spreder untuk barang tertentu atau ULD tertentu.

Jika semua tahapan sudah anda ketahui, anda sudah bisa memulai Usaha ini, ayo tunggu apa lagi!!! , Sebagai Catatan anda , pada pertengahan tahun ini China (Provinsi Ningxia) sudah akan mulai Mengexport produk-produk Agricultural katagori Halal ke Kuala Lumpur, Dubai dan Bangkok dengan cara Charter pesawat udara ( Sumber Majalah Payload Asia ), Nah Indonesia sebagai negara Muslim terbesar tentu akan segera menyusul China … selamat sukses!!

by TJS Cargo

3 Komentar »

  1. opa said

    Yth TJS Cargo
    1. Terima kasih atas gambaran yg bagus
    2. Saya ingin tanya, berapa lama pengurusan SIUJT dan PPJK. Berapa biaya untuk masing-masing?
    3. Apakah kita langsung kontak dengan perusahaan penerbangan?
    4. Apakah tarif perusahaan penerbangan untuk lembaga/perusahaan kita berbeda atau lebih rendah dari tarif kepada publik non bisnis cargo?
    4. Mohon dapat dijawab, terima kasih atas perhatian Bapak

    Hormat,

    Ibu Ruthna, Jakarta Selatan

    • Trimakasih telah BerkunJung,

      *). Jika Ibu Ingin menjadi agent Penerbangan, Ibu Baru Contact ke GSA Cargo penerbangan.

      *). Tarif cargo : “Tujuan, Berat / Volume, Jenis barang. Presable, urgent, Dageraus Good dst.”ntk lembaga/perusahaan berbeda sama saja kecuali diberikan Discount kesus/ dispensasi.

      *). Maaf Surat Ijin Usaha Jasa Titipan (SIUJT) Saya Kurang Paham, Saat ini perusahaan – perusahaan Jasa Ekspres dalam menjalankan operasionalnya berlandaskan UU No. 6/84 mengenai “Pos” dan mendapat ijin yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi atas nama Menteri Perhubungan yang disebut : (SIPJT).
      SIPJT —–> KLIK Syarat & Prosedur SIPJT
      untuk lebih Jelasnya Ibu Bisa menghubungi:
      SEKRETARIAT DPP ASPERINDO
      Jl. Petojo Sabangan XI No. 91.C
      Cideng Timur, Jakarta Pusat
      Tel : (62-21) 3449680, 3516518, 3520986
      Fax : (62-21) 34833543
      Email : dppasper@indo.net.id
      Website : http://www.asperindo.or.id

      PPJK ——-> Klik DASAR HUKUM PENGERTIAN FILOSOFI PPJK PERSYARATAN PPJK JAMINAN
      Pengusaha Pengguna Jasa Kepabeanan

      Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 701/KMK.05/1996 tentang Pengusaha Pengguna Jasa Kepabeanan.
      Pengusaha Pengguna Jasa Kepabeanan ( PPJK ) adalah : Badan usaha yang melakukan pengurusan kewajiban pabean untuk dan atas nama kuasa importir atau eksportir. Syarat-syarat untuk PPJK adalah :
      Mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean setempat dengan menggunakan Lampiran 1 dalam SK Menteri Keauangan No. 701/KMK.05/1996.
      Melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP )
      Melampirkan Akta Pendirian Perusahaan
      >Melampirkan SPT Tahunan terakhir
      Melampirkan Tanda Daftar Perusahaan;
      Melampirkan Surat Izin Tempat Usaha ( SITU )
      Melampirkan Surat Izin Usaha ( SIUP )
      Melampirkan Sertifikat Ahli Kepabeanan dari salah satu pegawai.

  2. ian Novian said

    makasih atas infonya…
    tapi terus terang saya sangat awam dengan usaha cargo….
    dan sayapun sangat tertarik dengan usaha ini…
    kira-kira berapa modal awal untuk membuka usaha seperti ini.?
    apa saja syarat- syarat penting untuk membuka usaha ini?
    terima kasih

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.