Potensi Ekspor Ikan Hias Bisa USD29 Juta

JAKARTA – Potensi ekspor ikan hias domestik bisa mencapai USD41 juta per tahun dari saat ini USD12,6 juta. Potensi ini menyamai Singapura sebagai eksportir ikan hias terbesar di dunia.

“Potensinya (ekspor ikan hias domestik) sangat besar,” kata Ketua Umum Indonesia Pets Plants Aquatic Expo (IPPEA) Herjanto Kosasih di Jakarta, Jumat (11/12/2009).

Dia mengatakan, besarnya potensi pasar ekspor itu didasarkan jumlah spesies ikan hias asal Indonesia. Saat ini Indonesia diperkirakan memiliki 400 spesies ikan hias air tawar dari total 1.100 spesies di seluruh dunia. Selain itu, Indonesia juga memiliki 650 spesies ikan hias air laut.

Sayangnya potensi kekayaan alam itu belum dimanfaatkan maksimal oleh pemangku kepentingan, baik pelaku industri maupun pembuat kebijakan. Sehingga sebagian besar ekspor ikan hias asal Indonesia harus melalui Singapura. “Jelas di sini yang diuntungkan bukan kita, tapi negara lain,” katanya.

Berdasarkan data Ornamental Fish International (OFI), Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dengan ekpor senilai USD12,6 juta atau menguasai 7,5 persen pangsa pasar dunia. Posisi Indonesia di bawah Singapura yang memiliki ekspor USD41,5 juta dan menguasai 22,8 persen pasar dunia, serta Malaysia dengan ekspor USD20 juta.

Ironisnya, jelas Heryjanto, sekira 70 persen ekspor ikan hias Singapura merupakan spesies asli Indonesia. “Kita ini kaya tapi mengapa Singapura yang menjadi raja ikan hias global, padahal mereka tidak punya laut,” katanya.

Menurut Herjanto, Singapura dapat menjadi eksportir ikan hias terbesar karena pemerintah setempat mendukung kalangan pebisnis. Ini ditunjukkan dengan menjadi fasilitator pameran-pameran ikan hias skala global. “Pameran ini mampu mendatangkan devisa jutaan dolar AS bagi Singapura,” katanya.

Sebaliknya, kata dia, pengusaha Indonesia jarang melakukan pameran dan belum didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Hal ini diperburuk dengan persoalan birokrasi izin ekspor impor komoditas tersebut.

Ketua umum Arowana Club Indonesia Stephen Suryaatmadja menambahkan, harga ikan hias asal Indonesia saat ini cukup tinggi di pasar ekspor. Dia mencontohkan harga anakan arowana super red dapat mencapai Rp20 juta atau 10 kali lipat dibanding harga di pasar domestik. “Namun kita belum dapat menggarap potensi pasar ekspor itu secara maksimal,” keluhnya.

Stephen berharap dipindahkannya pengurusan izin usaha perikanan (IUP) dari Departemen Kehutanan (Dephut) ke Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dapat menggairahkan ekspor ikan hias. “Saya sih maunya pemerintah memberikan fasilitas hukum terkait dengan ekspor ikan,” ujarnya.

Indonesia Pets Plants Aquatic Expo 2009 berlangsung pada 5-13 Desember 2009 bertempat di WTC Mangga Dua, Jakarta. Ajang ini yang ditargetkan mencapai Rp2 miliar ini diikuti oleh peserta domestik dan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Taiwan dan sejumlah negara lainnya.

by TJS Cargo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: